Daftar akreditasi Fakultas Psikologi..
Semoga bermanfaat untuk yang mau kuliah psikologi, baik jenjang S1, S2, maupun S3.
Apabila statusnya kadaluwarsa, maka ada dua kemungkinan: (1) belum diajukan reakreditasi, atau justru (2) tinggal menunggu hasil akreditasi dalam waktu dekat.
Apabila belum tercantum, maka ada tiga kemungkinan: (1) belum pernah mengajukan akreditasi, (2) tinggal menunggu hasil akreditasi, (3) gagal diakreditasi.
jika gambar pecah,silahkan lihat di
Daftar akreditasi Fakultas Psikologi..
Semoga bermanfaat untuk yang mau kuliah psikologi, baik jenjang S1, S2, maupun S3.
Apabila statusnya kadaluwarsa, maka ada dua kemungkinan: (1) belum diajukan reakreditasi, atau justru (2) tinggal menunggu hasil akreditasi dalam waktu dekat.
Apabila belum tercantum, maka ada tiga kemungkinan: (1) belum pernah mengajukan akreditasi, (2) tinggal menunggu hasil akreditasi, (3) gagal diakreditasi.
jika gambar pecah silahkan lihat di http://www.kaskus.us/showpost.php?p=503295048&postcount=1317

Tahukah anda negara mana yang kualitas pendidikannya menduduki peringkat pertama di dunia? Bukan Amerika dengan Harvard-nya, bukan Jerman atau Perancis.Negara pembuat ponsel Nokia dengan ibukota Helsinki (tempat ditandatanganinya perjanjian damai antara RI dengan GAM) ini memang begitu luar biasa.
Peringkat 1 dunia ini diperoleh Finlandia berdasarkan hasil survei internasional oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD). Tes tersebut dikenal dengan nama PISA (Programme for International Student Assesment) mengukur kemampuan siswa di bidang Sains, Membaca, dan juga Matematika.
Hebatnya, Finlandia bukan hanya unggul secara akademis tapi juga menunjukkan unggul dalam pendidikan anak-anak lemah mental.
Ringkasnya, Finlandia berhasil membuat semua siswanya cerdas. Lantas apa kuncinya sehingga Finlandia menjadi No. 1 di pentas dunia?
*Ternyata kuncinya terletak pada kualitas guru.
Di Finlandia hanya ada guru-guru dengan kualitas terbaik dengan pelatihan terbaik pula. Profesi guru sendiri adalah profesi yang sangat dihargai, meski gaji mereka tidaklah fantastis.
Lulusan sekolah menengah terbaik biasanya justru mendaftar untuk dapat masuk di sekolah-sekolah pendidikan, dan hanya 1 dari 7 pelamar yang bisa diterima. Persaingannya lebih ketat daripada masuk ke Fakultas Hukum bahkan Fakultas Kedokteran!
*Sistem Ujian
Jika negara-negara lain percaya bahwa ujian dan evaluasi bagi siswa merupakan bagian yang sangat penting bagi kualitas pendidikan, Finlandia justru percaya bahwa ujian dan testing itulah yang menghancurkan tujuan belajar siswa. Terlalu banyak testing membuat kita cenderung mengajarkan kepada siswa untuk semata lolos dari ujian, ungkap seorang guru di Finlandia.
Pada usia 18 tahun seorang siswa mengambil ujian untuk mengetahui kualifikasi mereka di perguruan tinggi, dan dua pertiga lulusan melanjutkan ke perguruan tinggi.
Jadi kalau disana ujian itu jarang, karena para guru disana percaya bahwa ujian hanya membuat siswa tertekan,aneh ya? tapi secara logisnya begini: mindset siswa “belajar hanya untuk lulus ujian” (ngaku deh, kita kadang belajar cuma waktu ujian doang) ,tentu beda kalo “belajar untuk bisa” , kita bener-bener ada usaha untuk bisa
*Siswa diajar untuk mengevaluasi dirinya sendiri, bahkan sejak Pra-TK!
“Ini membantu siswa belajar bertanggungjawab atas pekerjaan mereka sendiri”, kata Sundstrom, kepala sekolah di SD Poikkilaakso, Finlandia.
Siswa didorong untuk bekerja secara independen dengan berusaha mencari sendiri informasi yang mereka butuhkan. Suasana sekolah sangat santai dan fleksibel. Adanya terlalu banyak komando hanya akan menghasilkan rasa tertekan, dan mengakibatkan suasana belajar menjadi tidak menyenangkan. Siswa belajar lebih banyak jika mereka mencari sendiri informasi yang mereka butuhkan. “Kita tidak belajar apa-apa kalau kita tinggal menuliskan apa yang dikatakan oleh guru. Disini guru tidak mengajar dengan metode ceramah.” Kata Tuomas Siltala, salah seorang siswa sekolah menengah. Suasana sekolah sangat santai dan fleksibel. “Terlalu banyak komando hanya akan menghasilkan rasa tertekan dan belajar menjadi tidak menyenangkan.” Sambungnya.
Kelompok siswa yang lambat mendapat dukungan intensif. Hal ini juga yang membuat Finlandia sukses.
Bahkan karena Finlandia adalah negara yang tingkat perceraiannya tinggi, sekolah menelusuri latar belakang keluarga para siswa, kalau yang broken home dibedakan kelasnya,agar konselingnya lebih intens.. jadi ya tidak ngerusak mood belajar mereka. Sepertinya mereka sangat mengerti bahwa sering kali siswa yg mampu berprestasi kerap menempuh jalan yang salah dikarenakan faktor keluarga yang berantakan.
*Para guru sangat menghindari kritik terhadap pekerjaan siswa mereka.
Berdasarkan penemuan PISA, pada sekolah-sekolah di Finlandia sangat kecil perbedaan antara siswa yang berprestasi baik dan yang buruk dan merupakan yang terbaik menurut OECD
Menurut mereka, jika kita mengatakan ‘Kamu salah!’ pada siswa, maka hal tersebut akan membuat siswa malu. Dan jika mereka malu maka ini akan menghambat mereka dalam belajar. Setiap siswa diperbolehkan melakukan kesalahan. Mereka hanya diminta membandingkan hasil mereka dengan nilai sebelumnya, dan tidak dengan siswa lainnya. Jadi tidak ada sistem ranking-rankingan. Setiap siswa diharapkan agar bangga terhadap dirinya masing-masing. Ranking-rankingan hanya membuat guru memfokuskan diri pada segelintir siswa tertentu yang dianggap terbaik di kelasnya.
Ya betul sekali, rapot itu yang mengetahui cuma guru, murid dengan ortunya.jadi, murid di sana tidak minder kalau nilainya bisa dibilang rendah. disana , murid dibandingkan dengan hasil rapot yang lalu, jadi bersaingnya lebih sehat kan ?
saya jadi inget film bollywood “Trio Idiots” di sana tokoh utamanya bilang, kalo ranking itu cm membuat perpecahan, ranking 1 raja, ranking 2 mentri, ranking bontot budak, seperti kasta saja. Lagian kalo sistem pendidikan dianalogikan dengan dunia kedokteran , apa yg dilakukan sang dokter saat pasiennya menderita penyakit?mengumumkannya di TV atau membuat treatment pengobatan?
*mental pendidik!
Kehebatan sistem pendidikan di Finlandia adalah gabungan antara kompetensi guru yang tinggi, kesabaran, toleransi dan komitmen pada keberhasilan melalui tanggung jawab pribadi. “Kalau saya gagal dalam mengajar seorang siswa,” kata seorang guru,” maka itu berarti ada yang tidak beres dengan pengajaran saya.”. Benar-benar ucapan guru yang bertanggungjawab.
Hanya sebagai kritik untuk pendidikan Indonesia ,kalo disini kan guru masabodo atau kalo sekelas remedy karena dapat nilai 3 berjamaah, malahan kita diamukin , kalau disana tidak, gurunya malah mikir .
Di sana remedial bukan tanda kegagalan , remedial adalah kesempatan memperbaiki!
jadi anak di sana tidak takut dengan ujian, toh bagi mereka yang penting saya bisa, bukan yang penting saya lulus! ini SANGAT berpengaruh pada mental mereka, yang akhirnya terbentuk mental yang memiliki integritas dan kredibilitas tinggi. mungkin anda bisa bilang saya lebay, tapi coba deh dipikir lagi, setiap menjelang ujian, joki pasti berkeliaran, murid tidak jujur dengan pekerjaannya.. bukan salah murid sepenuhnya, toh memang disini ujian adalah satu satunya tolok ukur kemampuan siswa!
memang siapa sih yang mau dikatakan bodoh?

Manusia Bertanya : Kenapa aku diuji?
Qur’an Menjawab :
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? (Lihat QS.Al-Ankabuut : 2).
“Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta”. (Lihat juga QS.Al-Ankabuut : 3)
Manusia Bertanya : Kenapa aku tidak diuji saja dengan hal-hal yang baik?
Qur’an Menjawab :
“…boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”. (Lihat QS.Al-Baqarah : 216)
Manusia Bertanya : Kenapa aku diberi ujian seberat ini?
Qur’an Menjawab :
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya……….” (Lihat QS.Al-Baqarah : 286)
Manusia Bertanya : Bolehkah aku frustrasi dan putus asa?
Qur’an Menjawab :
“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman”. (Lihat QS.Ali Imraan : 139)
Manusia Bertanya : Bolehkah aku berputus asa ?
Qur’an Menjawab :
“…dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”. (Lihat QS.Yusuf : 87)
Manusia Bertanya : Bagaimana cara menghadapi ujian hidup ini?
Qur’an Menjawab :
“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung”. (Lihat QS.Ali Imraan : 200)
“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’”. (Lihat QS.Al-Baqarah : 45)
Manusia Bertanya : Bagaimana menguatkan hatiku?
Qur’an Menjawab :
“….Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Ilah selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal…….” (Lihat QS.At-Taubah : 129)
Manusia Bertanya : Apa yang kudapat dari semua ujian ini?
Qur’an Menjawab :
“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka……….” (Lihat QS.At-Taubah : 111)
Dikumpulkan dan ditulis ulang oleh Muhammad Ridha Ismail

By: Masaru Emoto
Dalam perjalanan ke Jerman, anak perempuan saya, bercerita tentang temannya yang pernah tinggal di Jerman Timur sebelum tembok Berlin diruntuhkan. Saat tembok itu dibangun warga Jerman sangat sedih, tapi teman anak perempuan saya itu berkata bahwa meskipun kota dibelah, kehidupan di sisi timur tembok pada dasarnya berjalan normal. Sebenarnya, perasaan puas muncul karena masing-masing orang tahu bahwa tak ada yang perlu dikhawatirkan oleh seorang pun tentang apa yang dipikirkan oleh orang lain sebab setiap orang di sana memang miskin.
Tapi ketika tembok pemisah itu diturunkan, dan orang-orang dari bagian timur jadi bisa memperoleh segala sesuatu yang bisa ditawarkan oleh bagian barat, mulailah masalah muncul. Semakin banyak hal baru dan gemerlap dapat mereka lihat, semakin banyak keinginan mereka, padahal pada dasarnya orang-orang di bagian timur masih miskin. Akibatnya, muncullah banyak kebutuhan yang tak terpuaskan. Beberapa orang bahkan merindukan masa-masa sebelum tembok pemisah itu runtuh, ketika semua orang miskin dan harga-harga murah.
Seakan-akan negara itu dipisah menjadi dua kemudian disatukan kembali tanpa mempertimbangkan kehendak rakyatnya. Tentu saja runtuhnya tembok Berlin adalah salah satu momen yang momen yang paling dirayakan dalam sejarah modern, tapi kita harus mengakui bahwa bahkan titik balik yang indah ini pun memiliki dampak buruk.
Ketika kita mulai membandingkan kebahagiaan kita dengan kebahagiaan orang lain, sesungguhnya kita hanya mencari ketidakbahagiaan. Dan selama kita masih mencari kebahagiaan dari luar diri kita, maka tidaklah mungkin kita menemukan kebahagiaan sejati.
Pencarian kebahagiaan pada akhirnya dan sederhananya adalah pencarian diri. Anda dapat mencari kebahagiaan sampai ke tempat- tempat yang jauh, tapi anda tetap akan menemukannya di telapak tangan anda sendiri.
Cobalah ingat-ingat kembali masa yang sudah cukup lampau dalam hidup anda, maka boleh jadi anda ingat saat ketika anda begitu sibuk menikmati hidup sehingga waktu terlupakan. Kemudian anda menjadi dewasa dan anda menyingkirkan segalanya itu lalu mengunci pintu. Mungkin anda bahkan lupa di mana anda menyimpan kuncinya.
Tetapi perasaan bahagia itu tidak hilang untuk selamanya. Dengan sedikit usaha, anda dapat membuka pintu dan mengeluarkan hal-hal yang menurut anda sudah menjadi masa lalu. Ketika anda jujur kepada diri sendiri dan mencari apa yang sungguh-sungguh anda lakukan serta ingin menjadi apa diri anda, maka hidup anda akan mengalir kembali.
Dalam pekerjaan, permainan, atau relasi, anda perlu kembali ke titik awal untuk menemukan kebahagiaan sejati. Ketika melakukan ini, anda akan segera menyadari bahwa hidup anda sudah berubah. Pertama-tama anda akan merasakan perasaan sehat dan sejahtera yang telah diperbaharui, karena kebahagiaan sejati di dalam diri anda memurnikan air yang mengalir dalam tubuh anda.
Salah satu perawatan yang dianjurkan bagi penderita kanker adalah “perawatan tujuan hidup”. Dengan menemukan tujuan dalam hidup ——memberi pidato, mendaki gunung, tertawa—— sistem kekebalan tubuh akan semakin dihidupkan kembali dan sering kali kanker mereda. Dewasa ini sudah menjadi pengetahuan umum di dunia kedokteran bahwa akal berdampak sangat besar kepada tubuh. Mengisi tubuh dengan kebahagiaan adalah rahasia terbaik untuk menjalani hidup yang sehat.
So, sudahkah kita berbahagia untuk hidup kita ini?
Jalan kita terhampar dalam sebuah ruang, di tepiannya di hiasi bermacam pohon dan warna-warna. Ku tak tahu mengapa kita berada, tapi mungkin untuk berbeda Kita berjalan dengan langkah yang berlainan , dan dari tepi sudut yang tak sama
Jalanmu bertahtakan berlian,ditepian yang mengalir anak sungai,
rerumputan lembut melindungimu dari onak duri.
Pohon-pohon perkasa taklukkan desau angin dan badai untukmu.
Sekejap jiwamu terlelap dalam ayunan gemintang
Jalanmu tertulis dalam banyak mimpi,permainkan setiap ingin dalam ruang sunyi
Kedipan warna-warni pun menyanjungmu dalam hari yang berseri
Jalanku terbungkus dalam musim yang tak menentu
Kadang menggigil dalam dingin yang menderaku
Kadang kulitku terkelupas saat bara dan panas datang menerjang
Badaipun telah menjadi bagian dari jalanku,
mengajakku bercanda dalam tamparannya
Beban di pundakku bukanlah hiasan,
Dan tak mampu ku mengangkatnya tanpa senyuman
Jalanku tak terlihat indah di matamu
Kau anggap tak mungkin ada yang hidup dalam gurun yang gersang
Bukit yang curam,atau malam yang lengang
Namun ku lihat engkau berjalan dengan langkah yang tak teratur
Bergelimang emas dan sutra
Mabuk dalam kiasan dan tawa
Entah mengapa buat dirimu merasa tak bernyawa
Kamupun melihatku dalam sosok yang berbeda
Bukan lagi sebagai kaum yang gagal, tapi sebagai jiwa yang terus berjuang
Wajahku yang mengeras bagai besi,
Tubuhku yang babak belur,
bukanlah raga yang harus dikubur
Mungkin sebagai sosok yang ingin dihibur
Di depan cermin kebahagiaan,marilah kita jujur pada hati kita
Karena sesungguhnya kita sama
Aku yang miskin papa
Dan engkau,putri jelita nan kaya yang tak bahagia
Kerasnya jalan aspal tak membuat sisi seni atau sastrawi dari seseorang menjadi luntur, hal itu sering kita temukan dari para seniman-seniman jalanan, seperti pengamen, pelukis jalanan, atau mungkin juga para “seniman sulap” jalanan, mmm..q tak tau apakah copet termasuk di sana. Mungkin seni mereka tidaklah seeksklusif seni yang biasa dipertontonkan para seniman gedongan yang mengadakan konser di hotel atau balai seni. Seni mereka memang terlihat sederhana dan apa adanya,terkadang juga terdengar nakal dan terlalu vulgar.. namun sebuah seni juga patut mendapat apresiasi bukan?
Dan para supir truk ternyata juga tak mau kalah dalam menunjukkan apresiasinya terhadap seni,mereka biasanya menuliskan “puisi”nya di belakang istri kedua mereka (truknya) meski terlihat kasar dan cabul, tapi setidaknya kerap membuatq tersenyum saat melihatnya
Seperti berikut ini

2 ANAK CUKUP 2 ISTRI BANGKRUT SELINGKUH 0K
Statusku mahasiswa, aku menyenanginya. Yah, setelah banyak hal yang tlah kulewati untuk sampai di sini, akhirnya aku cukup beruntung untuk merasakan bangku kuliah.
Aku ingin melangkah bersamamu
Mendaki dan menuruni tebing curam
Kan kupahat tiap nada di sanubari
dan kukumpulkan keping-keping malam
Sekedar tuk ingat elok wajahmu
Sore tadi
Aku ingin selangkah lagi dekat denganmu
Sebab telah kuyu wajahku menahan gelisah
Seakan ratusan topeng ini menyiksaku
Salahkah aku bila mencintaimu?
Di dalam tiap nadir
Ada rona yang tersimpan
Membeku seperti pualam
Namun elok bersinar di redup malam
Samar bayangku terkunci
Tersadar aku dalam lamunanku,bidadari
Jalan aspal berkabut,
Nyanyikan asaku yang menciut
Di tepian rahasia hatiku tak ingin terus sendiri…
Ah bidadari
ku hanya tak ingin engkau lekas pergi„
Hari rebo kemarin tu adalah hari terahir pengumpulan tugas Penyusunan Skala Psikologi. Sebenernya tu tugas udh lumayan lama deadlinenya, Cuma dikarenakan sifat alami bangsa Indonesia yang selalu mengerjakan tugas sehari sebelum deadline dan semenit sebelum batas jam terakhir. Maka tak heranlah jika aq harus ngelembur buat kerjain tu tugas.