Jalan kita terhampar dalam sebuah ruang, di tepiannya di hiasi bermacam pohon dan warna-warna. Ku tak tahu mengapa kita berada, tapi mungkin untuk berbeda Kita berjalan dengan langkah yang berlainan , dan dari tepi sudut yang tak sama
Jalanmu bertahtakan berlian,ditepian yang mengalir anak sungai,
rerumputan lembut melindungimu dari onak duri.
Pohon-pohon perkasa taklukkan desau angin dan badai untukmu.
Sekejap jiwamu terlelap dalam ayunan gemintang
Jalanmu tertulis dalam banyak mimpi,permainkan setiap ingin dalam ruang sunyi
Kedipan warna-warni pun menyanjungmu dalam hari yang berseri
Jalanku terbungkus dalam musim yang tak menentu
Kadang menggigil dalam dingin yang menderaku
Kadang kulitku terkelupas saat bara dan panas datang menerjang
Badaipun telah menjadi bagian dari jalanku,
mengajakku bercanda dalam tamparannya
Beban di pundakku bukanlah hiasan,
Dan tak mampu ku mengangkatnya tanpa senyuman
Jalanku tak terlihat indah di matamu
Kau anggap tak mungkin ada yang hidup dalam gurun yang gersang
Bukit yang curam,atau malam yang lengang
Namun ku lihat engkau berjalan dengan langkah yang tak teratur
Bergelimang emas dan sutra
Mabuk dalam kiasan dan tawa
Entah mengapa buat dirimu merasa tak bernyawa
Kamupun melihatku dalam sosok yang berbeda
Bukan lagi sebagai kaum yang gagal, tapi sebagai jiwa yang terus berjuang
Wajahku yang mengeras bagai besi,
Tubuhku yang babak belur,
bukanlah raga yang harus dikubur
Mungkin sebagai sosok yang ingin dihibur
Di depan cermin kebahagiaan,marilah kita jujur pada hati kita
Karena sesungguhnya kita sama
Aku yang miskin papa
Dan engkau,putri jelita nan kaya yang tak bahagia
Design by Simon Fletcher. Powered by Tumblr.
© Copyright 2010